Subscribe:

Sabtu, 07 Januari 2012

JURUS JITU MENGELOLA KEUANGAN RUMAH TANGGA

Mengelola keuangan rumah tangga memang bukan pekerjaan remeh, apalagi jika penghasilan suami - bisa jadi ditambah penghasilan istri - masih tergolong pas pas-an. Dalam hal ini perlu jurus jitu agar ibu rumah tangga tidak terus menerus 'menjerit' menjelang akhir bulan. Salah satu jurus itu adalah dengan menyeimbangkan pengeluaran dengan pemasukan, menurut perencana keuangan keluarga Ahmad Gozali. Disini yang perlu diperhatikan adalah menyeimbangkan antara keinginan dengan pemasukan. Jadi keinginan membeli sesuatu harus melihat dahulu kemampuan. Jadi jika menginginkan sesuatu, lihat dulu apakah pemasukan cukup atau lebih. Jika tidak cukup, lebih baik jangan dipaksakan. Yang terjadi di banyak rumah tangga selama ini adalah lebih banyak pengeluaran ketimbang pemasukan. Mestinya setiap pengeluaran rumah tangga harus ada daftar prioritas sehingga tidak sembarangan. Daftar prioritas pengeluaran rumah tangga:

1. Zakat sebesar 2,5%.
2. Membayar cicilan hutang, jumlahnya jangan lebih dari 30%.
3. Menabung dan membayar asuransi ( 10 - 20% ).
4. Membiayai kebutuhan sehari hari ( 40 - 50% ).

Jurus lain yang ditawarkan Ahmad Gozali untuk mengatur keuangan rumah tangga adalah mengalokasikan surplus dengan optimal. Maksudnya, seseorang harus menginvestasikan harta yang dimilikinya agar tidak mandek, tetapi terus berkembang sehingga semakin banyak. Hal yang keliru adalah menginvestasikan surplus keuangan dengan membeli barang barang yang konsumtif. Jurus berikutnya adalah mengatasi defisit dengan bijak. Maksudnya jika suatu kali terjadi defisit, hindari berhutang dengan pembayaran yang berkepanjangan. Kalaupun suatu kali terjadi pengeluaran tidak rutin dan mendesak, maka solusinya harus ada uang cadangan, semisal berupa tabungan.

Untuk menyiasati harga harga barang kebutuhan rumah tangga yang terus meroket, solusinya adalah dengan berhemat dan kalau bisa mencari penghasilan tambahan. Jika belum cukup juga dengan penghasilan tambahan, itu artinya anda seorang pemboros. Solusinya, kurangi penghasilan, tetapi itu bukan berarti anda minta pengurangan gaji, tetapi maksudnya membatasi membawa uang tunai, lebih baik amankan uang anda di bank atau membeli emas sebagai investasi.

Kiat lain adalah mengelola dan melindungi aset dengan baik. Islam mengajarkan untuk memisahkan harta yang dibawa istri, warisan orang tua istri dengan harta yang dibawa suami. Hal ini berkaitan dengan hak waris dikemudian hari.

1 komentar:

UII Official mengatakan...

Terimakasih atas informasinya, sangat membantu.
salam kenal dari saya mahasiswa fakultas Ekonomi :)

Posting Komentar

Pasang Link Kamu Disini!!!