Subscribe:

Sabtu, 14 Januari 2012

Kiat Mengajari Anak Cara Mengelola Uang

BEBERAPA waktu lalu, saya bertanya kepada seorang ibu yang saya yakin bisa menjawab pertanyaan saya seputar cara mengajarkan mengelola uang sejak dini. Ia bekerja di dunia perbankan. Dengan senang hati, wanita karier ini menjawab pertanyaan saya, tetapi tidak bersedia dituliskan nama dan identitasnya dengan beberapa pertimbangan. Jawaban-jawabannya yang bagus dan menginspirasi dapat kita baca di bawah ini.

Saat ini banyak sekali produk/barang/mainan anak, dan biasanya, anak-anak mudah tuh minta dibeliin ini dibeliin itu, gimana cara orang tua mengatasi hal ini, Mbak?
Sebaiknya orang tua tidak langsung memberikan apa yang diminta oleh anak, tetapi bisa dengan cara memberikannya pada momen-momen tertentu dari si anak, misalnya ultah, juara kelas, atau dengan cara meminta si anak menabung terlebih dahulu apabila dia menginginkan sesuatu. Apalagi yang harganya relatif mahal untuk anak seusianya, mintalah si anak untuk menabung. Ini bisa mengajarkan anak sejak dini bahwa sesuatu tidak bisa didapat dengan cara yang mudah, tapi membutuhkan usaha dan kerja keras.

Bagaimana kiat mengajari anak untuk rajin menabung?
Sekarang ini banyak produk tabungan yang memang diperuntukkan anak, dengan biaya yang biasanya lebih murah dari tabungan reguler, dengan desain yang menarik. Si anak bisa kita ajarkan untuk membuka rekening dan menyimpan uang yang dia miliki (biasanya anak menerima uang pada saat hari raya atau ultah) ke dalam rekening tersebut. Selain menabung di bank, biasanya sekolah-sekolah juga memiliki tabungan untuk masing-masing anak didiknya. Ini juga bisa dijadikan sarana untuk mendidik anak menabung sejak dini. Atau hal yang paling mudah dengan membelikan celengan dengan bentuk yang menarik yang dapat merangsang anak untuk tertarik menyisihkan uangnya.

Saya selalu minta anak saya menabung kalau dia minta sesuatu, meskipun akhirnya pas beli barang duit kita juga yang dipakai hehehe..., dan anak saya sejak bayi sudah saya bukakan rekening tabungan dengan kartu ATM yang ada fotonya dan dia senang banget, meskipun diisinya cuma lebaran dan pas dia ultah hehehe...

Bagaimana cara orang tua belajar mengelola keuangan, baik untuk anak-anaknya maupun untuk kebutuhan lain, biar nggak boros?
Pengelolaan keuangan keluarga harus dipisahkan antara dana untuk kebutuhan hidup sehari-hari, dana darurat yang bisa digunakan pada waktu-waktu yang urgen, misalnya dana kesehatan, biaya pendidikan anak, dan dana untuk pensiun. Menurut saya, tidak ada batasan yang ideal untuk seseorang menyimpan uangnya, tapi sebaiknya dana untuk simpanan bukan sisa dari pendapatan kita setiap bulan. Sebaliknya, dana tersebut harus kita sisihkan di awal sebelum kita melakukan pembelanjaan rutin. Untuk kebutuhan sehari-hari sebaiknya dibuat cash flow atau pencatatan sederhana untuk keluar masuknya uang, agar dapat dicegah uang keluar lebih besar dari uang masuk dan agar kita tidak menjadi boros.

Sedangkan agar kita dapat memiliki simpanan untuk biaya pendidikan anak atau untuk pensiun. Saat ini banyak produk bank berupa tabungan atau investasi yang setorannya dapat dilakukan rutin setiap bulan dengan mendebet rekening kita di bank yang jumlahnya dapat disesuaikan dengan kemampuan. Jenis tabungan ini akan membuat kita disiplin menabung. Kita dapat meminta bank melakukan pemotongan bersamaan waktunya dengan gaji yang kita terima, sehingga dana untuk simpanan dapat disisihkan di awal. Hal seperti ini bisa kita terapkan ke anak untuk menyisihkan uang jajannya untuk ditabung sebelum mereka gunakan uang tersebut. Untuk anak-anak yang lebih besar kita dapat memberikan uang jajan dan ongkos mereka secara mingguan atau bulanan sehingga mereka terbiasa mengelola sendiri kebutuhannya.

Bagaimana cara mengalihkan perhatian pada keinginan yang konsumtif kepada keinginan yang lebih bermanfaat?
Banyak cara untuk mengalihkan perhatian dari keinginan yang konsumtif, tetapi yang mendasar adalah membiasakan diri untuk membeli sesuatu berdasarkan kebutuhan dan bukan pada keinginan. Tetapi, kebanyakan dari kita membeli barang karena tergiur harga murah, diskon besar, tren produk, yang ternyata setelah dibeli kita baru menyadari bahwa sebenarnya kita tidak atau belum membutuhkan benda tersebut. Ada baiknya sebelum berbelanja kita membuat daftar barang-barang yang kita butuhkan untuk menghindari pembelian yang sifatnya mubazir.

Cara lain untuk mengurangi keinginan konsumtif adalah dengan mencermati pemakaian kartu kredit. Memiliki kartu kredit apabila kita bisa bijak menggunakannya akan sangat membantu, sebaliknya penggunaan yang tidak dibatasi akan menyusahkan kita. Hal ini bisa juga kita terapkan kepada anak-anak untuk membiasakan mereka sejak dini membeli barang-barang yang bermanfaat dan sesuai kebutuhan mereka serta memberikan penjelasan bahwa apa yang dimiliki oleh temannya belum tentu sesuai kebutuhan mereka, dan sebagai orang tua, sebaiknya kita tidak serta merta semua keinginan mereka kita penuhi.

0 komentar:

Poskan Komentar

Pasang Link Kamu Disini!!!