Subscribe:

Jumat, 24 Februari 2012

MANAJEMEN GAJI


Inti dari sebuah sisitem pengelolaan keuangan seseorang adalah agar dari penghasilan seseorang tersebut selain digunakan untuk kebutuhan operasional sehari-hari namun juga harus ada yang disisihkan untuk tabungan masa depan. Dari penghasilan seseorang maka tiap bulannya penggunaan penghasilan tersebut dibagi menjadi 4 pos pengeluaran yaitu:
  • Pos pengeluaran cicilan hutang, maksimal 30% dari penghasilan per bulan
  • Pos untuk tabungan dan investasi, minimal 10% dari penghasilan perbulan
  • Pos pembayaran premi asuransi, maksimal 20% dari penghasilan perbulan
  • Pos pengeluaran untuk biaya hidup atau biaya rumah tangga, adalah sisanya dari penghasilan Anda setelah dikurangi ke 3 pos pengeluaran yang lain. Berdasarkan prioritasnya maka pos pengeluran yang harus dibayar terlebih dahulu adalah jika Anda mempunyai kewajiban hutang dan cicilan hutang, maka pos pengeluaran inilah yang harus diutamakan, dengan kata lain jangan penghasilan Anda keburu habis duluan sebelum membayar cicilan hutan. Pada saat cicilan hutang ini ada jatuh temponya maka bayarlah sebelum jatuh tempo agar tidak dikenakan denda. Jika Lebih baik lagi memang jika Anda tidak mempunyai cicilan hutang sebab selanjutnya Anda langsung saja membayar setoran tabungan dan investasi, dan jumlah yang dibayar unutk tabungan & investasi tentunya bisa semakin besar semakin baik. Jika ke dua pos pengeluaran ini sudah terbayar maka sisa penghasilan kita bisa digunakan untuk membayar premi asuransi dan biaya rumah tangga lain. Jika biaya kesehatan Anda belum ditanggung perusahaan tempat bekerja maka sebaiknya Anda mengcover diri Anda dengan asuransi kesehatan, begitu juga jika Anda sudah memiliki rumah atau kendaraan jangan lupa diasuransikan. Namun untuk asuransi jiwa, sekiranya Anda masih lajang dan belum mempunyai tanggungan maka belum perlu memiliki asuransi jiwa. Pos pengeluaran terakhir adalah pengeluaran pribadi atau pengeluaran operasioanl seperti transportasi, pakaian, kosmetik, dan lain lain.
    Investasi tidak selalu mahal atau membutuhkan sejumlah dana yang besar, sebab ada beberapa produk investasi yang bisa dibeli dengan setoran investasi yang cukup murah. Misalnya Anda bisa membeli emas dengan harga ratusan ribu saja bukan ? Emas bisa menjadi sebuah investasi sebab ada kenaikan harga yang bisa kita nikmati di masa depan. Anda juga bisa membeli Reksadana dari perusahaan manager investasi. Reksa Dana adalah suatu bentuk investasi dengan cara menghimpun dana dari masyarakat untuk selanjutnya dialokasikan ke dalam berbagai instrumen investasi oleh Manajer Investasi yang telah mendapat ijin dari Bapepam. Portfolio investasi dari Reksa Dana dapat terdiri dari berbagai macam instrumen surat berharga seperti saham, obligasi, instrumen pasar uang, atau campuran dari instrumen instrumen diatas. Saat ini ada Reksadana yang bisa dibeli dengan harga Rp 250 ribu saja.
    Namun perlu Anda pahami bahwa setiap kegiatan investasi berikut produk investasinya pasti mempunyai risiko. Semakin tinggi risikonya semakin tinggi pulan return investasi dan begitupula sebaliknya. Jadi tidak ada produk investasi yang aman 100% sebab mengandung risikonya maisng-maisng.
    Saat ini produk asuransi juga dikemas sebagi bentuk produk tabungan, jadi orang berasuransi sekaligus menabung. Dengan demikian Anda seperti membeli produk 2 in 1, ½ bagian premi asuransi dan ½ bagian tabungan. Sedangkan deposito 100% adalah produk simpanan di bank. Logikannya asuransi yang mengandung tabungan maka return investasinya kurang lebih sama dengan tabungan. Sedangkan pada deposito tentunya Anda mendapat returm hasil investasi sesuai dengan bunga deposito yang berlaku. Pada asuransi Anda maka dari tiap premi yang dibayar, jika Anda mau menarik uangnya kembali maka premi yang sudah disetorkan tidak semuanya bisa Anda dapatkan kembali, sedangkan pada deposito semua uang yang sudah Anda setorkan bisa Anda dapatkan kembali. Saran saya jika Anda hanya ingin berinvestasi lebih baik membeli produk investasi bukan produk asuransi.
    Jika Anda ingin membeli asuransi maka yang paling utama harus didasarkan pada adanya kebutuhan untuk mengantisipasi risiko tertentu. Seperti telah saya terangkan sebelumnya mengenai kebutuhan berasuransi. Jika belum ada kebutuhan untuk mengantisispasi risiko tertentu seperti risiko kesehatan, risiko kerugian harta benda atau risiko kematian maka belum perlu membeli asuransi. Jika kebutuhan ini sudah ada maka selanjutnya Anda bisa memilih produk asuransi yang murni asuransi atau membeli produk asuransi campuran yang mengandung unsur tabungan & investasi. Selain itu reputasi dari perusahaan asuransinya juga perlu Anda pertimbangkan. Untuk itu banyak-banyaklah menggali informasi mengenai perushaan asuransi beserta produk asuransinya sebelum mengambil keputusan untuk membelinya. Hindari membeli suatu produk asuransi maupun produk invesatsi yang belum Anda mengerti.
    Selamat berinvestasi.

1 komentar:

Zenith Loan mengatakan...

perhatian :::::

Kami adalah bersertifikat, dapat dipercaya, handal, efisien,
dinamis dan cepat handal, bekerja sama pemodal untuk real estate dan segala jenis pembiayaan usaha
kami mengeluarkan pinjaman jangka panjang
Jumlah pinjaman maksimum kita meminjamkan adalah 500.000.000.
Kami menawarkan jenis pinjaman dan banyak lagi:

Pinjaman Pribadi (pinjaman tanpa jaminan)
Kredit Usaha (pinjaman tanpa jaminan)
Pinjaman Konsolidasi
Kombinasi kredit
Perbaikan Rumah
Silakan, jika Anda suka dan minat dalam penawaran keuangan kami,
Silahkan hubungi kami
melalui e-mail zenithloanlimited@gmail.com

Posting Komentar

Pasang Link Kamu Disini!!!