Subscribe:

Jumat, 24 Februari 2012

10 Cara untuk Mengajarkan anak TK Anda Melek Finansial

Usia Taman Kanak-kanak adalah waktu yang tepat untuk mulai membangun keterampilan melek finansial; belajar tentang koin, memahami keinginan dan kebutuhan, dan bagaimana membelanjakan uang. Mengajari anak-anak tentang uang bisa cukup rumit, namun demikian bagaimanapun anak Anda pada akhirnya memang harus memahami apa itu uang dan nilai apa yang dimilikinya. Dan berikut adalah 10 cara untuk memperkuat mereka menjadi melek finansial.
  1. Perkenalkan koin dan uang kertas. Perkenalkan koin dan uang kertas satu per satu, dimulai dengan nilai terkecil.. Bila Anda memiliki receh, berikan dan biarkan anak Anda menghitungnya. Atau, biarkan dia mengatur isi dompet Anda, menyusun lembaran uang berdasarkan nilai nominalnya, misalnya dari terbesar ke terkecil.
  2. Biarkan dia yang bayar. Ketika Anda membayar pembelian kecil dengan uang tunai di warung-warung atau toko-toko kelontong, penjual es krim, atau lainnya, biarkan dia yang membayar dan menerima kembaliannya.
  3. Kunjungi Bank. Bawalah anak Anda ke bank. Sementara Anda membuat penarikan atau deposit, mereka belajar melihat situasi dan orang-orang yang bekerja di bank sebagai tempat dimana uang itu “disimpan.”
  4. Mulai menyimpan. TK adalah tahun yang baik bagi anak-anak untuk mulai mendapatkan uang saku. Jumlah uang saku anak-anak Anda tergantung pada keuangan Anda sendiri. Mungkin dengan rule of thumb Rp 1.000 per tahun usia, sehingga ketika anak anda usia lima tahun, ia akan mendapatkan uang saku Rp 5.000. Namun anda tidak harus memberi mereka uang saku setiap minggu, mungkin mereka bisa menerimanya setiap dua minggu, atau pada tanggal satu dan tanggal lima belas setiap bulan.
  5. Meminta layanan mereka. Perbesar minat anak Anda dengan “mempekerjakan” mereka. Dapatkah Anda membayar mereka untuk mengambilkan sapu lidi di halaman belakang, misalnya? Pastikan untuk memisahkan “biaya untuk layanan” kegiatan dari harapan keluarga secara umum (membereskan tempat tidurnya atau merapikan meja belajarnya) dimana setiap orang diharapkan untuk melakukan itu.
  6. Perbandingan harga. Ajarkan anak-anak memahami perbedaan harga. Lorong toko supermarket atau mainan adalah waktu yang ideal untuk berbicara tentang harga. Pilih dua item yang anak Anda inginkan dan bandingkan harganya. Mana yang lebih mahal dan murah ? Mana yang akan dia beli dan mengapa?
  7. Tetapkan tujuan menabung. Berliah anak pengalaman pertama menabung uangnya. Buatlah sebuah permainan yang menyenangkan. Misalnya dalam bentuk gambar  beberapa buah batu loncatan (sesuai jumlah uang yang ditargetkan bisa disimpan). Untuk setiap Rp 5.000 (atau terserah anda) yang dia simpan, satu batu diwarnai. Ketika dia mewarnai semua batu, pergi beli sepatu baru!
  8. Mulai kebiasaan berbagi. Suatu bagian penting dari memiliki uang adalah berbagi. Biarkanlah anak-anak anda menyumbangkan sebagian uangnya untuk beramal di tempat-tempat yang telah disediakan, beritahukan dia kemana uangnya itu pergi nantinya.
  9. Mengajarkan pilihan. Uang sering dihadapkan pada keputusan untuk membuat pilihan. Mulailah percakapan tentang pilihan ini dengan masalah yang tidak ada hubungannya dengan uang. Misalnya, apa yang kita lakukan ketika kita memiliki lima permen dan enam anak? Kemudian, perkenalkan gagasan yang sama terhadap keterlibatan uang yang kita miliki, misalnya sebesar Rp 50.000 dan ingin membeli tiga hal yang memerlukan uang hingga  51.000, apa yang kita lakukan?
  10. Jujurlah tentang keuangan anda. Ketika Anda harus membuat keputusan keuangan yang sulit, jujurlah terhadap anak Anda. Anda tidak harus menceritakan segalanya, tetapi membahas bagaimana hal itu akan mempengaruhi dia.
Seiring dengan kemampuan anak Anda mengembangkan kesadaran akan uang, hal itu tetap akan menarik mereka untuk menyimpan, belanja, dan berbagi, tidak peduli berapapun jumlah yang dimilikinya.

0 komentar:

Poskan Komentar

Pasang Link Kamu Disini!!!