Subscribe:

Jumat, 24 Februari 2012

Perlukah Anak Diberi Uang Saku?

Pengertian uang saku untuk anak-anak berbeda dengan uang jajan. Orang tua terkadang bingung apakah anaknya perlu diberi uang saku atau tidak? Karena banyak anak yang menggunakan uang saku tersebut untuk membeli makanan yang tidak bergizi atau hal yang tidak berguna. Sebaiknya orang tua membedakan antara uang saku dengan uang jajan.

Uang saku adalah uang yang diberikan oleh orang tua dengan perencanaan uang tersebut digunakan seperti untuk transportasi atau tabungan anak. Sedangkan uang jajan adalah uang yang diberikan kepada anak untuk membeli jajanan berupa makanan dan minuman selama berada di luar rumah.

"Untuk situasi sekarang di mana iklan banyak beredar dan perkembangan makanan yang beragam, penting untuk memberikan anak uang saku tapi dengan jumlah yang disesuaikan untuk kebutuhan anak," ujar Elly Risma Musa, Psi dari Brawijaya Women and Children Hospital.

Penting untuk memperhatikan jumlah uang saku anak-anak, karena sebagian besar jajanan yang dijual bebas di sekitar sekolah adalah makanan dan minuman yang tidak layak untuk dikonsumsi. Jajanan tersebut biasanya mengandung zat-zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan anak nantinya.

Elly menambahkan bagaimana cara anak mengatur uang sakunya akan berdampak terhadap gaya hidup anak nantinya. Jika anak sudah dibiasakan untuk menabung sejak kecil, maka kebiasaan tersebut akan terus terbawa hingga dirinya dewasa. Yang terpenting adalah memberikan pengertian kepada anak mengenai kegunaan dari uang saku ini dan berikan fasilitas bagi anak untuk menabung yaitu dengan menyediakan kotak tabungan.


Orang tua tidak perlu setiap hari mengecek apakah anaknya sudah menabung atau belum, kalau anak sudah diberi pengertian kegunaan dari menabung untuk apa maka anak akan dengan sendirinya menabung.

Elly memberikan beberapa tips yang bisa dilakukan orang tua dalam memberikan uang saku kepada anaknya, sebagai berikut:
  1. Lihat jajanan apa yang diinginkan oleh sang anak sehingga bisa tahu berapa kebutuhan sang anak.
  2. Lihat juga transportasi apa yang digunakan oleh anak untuk pergi dan pulang sekolah.
  3. Jika anak sudah makan makanan yang mengenyangkan dan membawa bekal, maka beri pengertian kepada anak untuk menabung.
  4. Beri tahu anak bagaimana caranya mengatur uang sakunya.
  5. Beritahu anak makanan dan minuman apa saja yang boleh dikonsumsi dan yang tidak layak untuk dikonsumsi, serta ajarkan anak untuk selalu membaca kandungan dari jajanan tersebut.
"Kuncinya adalah jangan pernah membicarakan masalah keuangan di atas meja makan jika anaknya berusia di bawah 6 tahun. Karena akan mempengaruhi gaya hidup keuangan sang anak," ujar psikolog lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

0 komentar:

Poskan Komentar

Pasang Link Kamu Disini!!!